PEMANFAATAN TEKNOLOGI MOBILE DALAM BISNIS

Hallo Preneurs,

Bagaimana bisnisnya lancar? Ada kendala kah? Sudahkah kalian berinovasi hari ini ?

 

Kali ini saya akan memberikan tulisan mengenai pemanfaatan teknologi bergerak (Mobile) dalam bidang bisnis . Semoga bisa bermanfaat bagi preneurs sekalian.

Internet saat ini bukanlah menjadi milik sekelompok orang saja namun telah menjadi milik dari semua orang. Setiap orang saat ini dapat dengan mudah terhubung ke jaringan internet melalui berbagai perangkat yang dimiliki. Perkembangan teknologi yang sangat pesat juga telah mendukung terciptanya penemuan dan cara – cara baru dalam melakukan segala sesuatu, termasuk dalam berbisnis. M-commerce adalah suatu cara baru dalam melakukan kegiatan berbisnis di mana dengan bantuan suatu aplikasi mobile, baik yang terhubung ke jaringan internet maupun tidak, seseorang dapat dengan mudah mengatur dan mengelola kegiatan bisnis yang dijalankannya. Trend m-commerce saat ini terus berkembang dan diprediksikan akan menjadi suatu trend yang akan dilakukan oleh setiap orang. Oleh karena itu, aplikasi – aplikasi penunjang kegiatan m-commerce terus dilahirkan sesuai dengan tuntunan dan perkembangan dunia bisnis yang ada.

Tanpa disadari saat ini dunia sedang bergerak menuju masa di mana informasi tidak tertutup lagi dan dapat diakses dari masa saja. Akses menuju ke jaringan internet semakin mudah terjangkau. Perangkat mobile seperti handphone atau smartphone (hampir seluruhnya) menyimpan potensi yang sangat besar untuk mendukung pergerakan ke arah tersebut. Berselancar di dunia maya tidak lagi hanya sebatas dapat dilakukan dengan duduk di depan komputer baik di rumah maupun di kantor atau warnet, tetapi dengan perangkat mobile yang kita pegang saat ini juga sudah dapat digunakan untuk tujuan tersebut. Sebut saja aplikasi jejaring social seperti Facebook yang saat ini hampir pasti terdapat dalam semua handphone ataupun smartphone.

Melihat potensi yang sangat besar ini maka para pengembang aplikasi mobile kemudian berlomba – lomba untuk memasarkan kreativitas mereka dengan menciptakan aplikasi – aplikasi yang dapat mendukung keperluan seseorang dalam perangkat mobile. Salah satunya adalah dengna menciptakan aplikasi mobile untuk keperluan berbisnis. Kata berbisnis dalam hal ini mencakup hal yang sangat luas, mulai dari hanya sekadar bertukar – tukaran informasi dan harga barang, mengamati perkembangan trend pasar, hingga memantau perkembangan suatu barang atau komoditi. Oleh karena itu, kehadiran akan aplikasi mobile ini sangat dinantikan oleh banyak pengembang bisnis yang ingin menjalankan dan mengembangkan usahanya.

Di Indonesia sendiri mungkin hanya segelintir orang yang betul – betul paham mengenai aplikasi mobile untuk keperluan berbisnis ini. Dalam pandangan masyarakat pada umumnya, aplikasi mobile untuk bisnis adalah suatu aplikasi yang tertanam dalam perangkat mobile dan dapat digunakan untuk membantu menjalankan dan megembangankan keperluan bisnis seseorang apa pun itu bentuknya. Mungkin banyak orang yang kurang ataupun bahkan tidak tahu mengenai aplikasi – aplikasi mobile tersebut, misalnya aplikasi mobile jejaring sosial (Facebook, Twitter, Linkedln), aplikasi mobile pemantau komoditi dan saham (Bloomberg mobile, Mobile RSS Feeds), maupun mobile commerce dan mobile banking (KlikBCA). Namun sadarkah kita bahwa hanya sekadar SMS ataupun chatting merupakan layanan mobile vital untuk keperluan bisnis. Hal ini pun tidak dapat dipungkiri karena kebutuhan yang berbeda – beda dari tiap – tiap orang. Namun apapun itu bentuknya, kebutuhan akan perangkat mobile adalah kebutuhan vital bagi setiap orang saat ini.

Mobile untuk bisnis

Mobile internet sudah menyentuh hampir seluruh bidang kehidupan manusia tanpa terkecuali. Tingkat pengguna mobile internet sudah mencapai angka yang melebihi penggunaan internet pada komputer PC di beberapa Negara Eropa dan Asia, misalnya Jepang.  Fenomena yang dimulai pada tahun 1990-an itu banyak merevolusi cara-cara berbisnis dan kemudian melahirkan the way of doing business. Inilah cara baru berbisnis yang dapat dilakukan di mana saja, kapan saja, dan oleh siapa saja[4].

Dengan kehadiran i-Mode ini maka muncullah istilah baru dalam bidang bisnis dengan pemanfaatan mobile internet yaitu mobile business (m-business) atau yang sering dikenal dengan istilah mobile commerce (m-commerce). Definisi m-commerce menurut Ericsson adalah jasa transaksi terpercaya melalui mobile devices untuk pertukaran barang dan jasa antara konsumen, pedagang, dan institusi finansial. Saat ini, fungsi dari uang cash sudah mulai bergeser sedikit demi sedikit ke arah virtual money, baik dalam bentuk saldo bank (flash BCA dan kartu kredit) maupun pulsa operator yang kemudian dapat ditukarkan dengan uang cash di ATM[4].

 

 

 

Menurut Siemens, sistematika m-bussiness dibagi dalam enam kategori yaitu [4]:

  • Mobile Commerce yang terdiri dari perbankan, perdagangan, pembelian, ticketing, perlelangan, travel management, dan lain-lain.
  • Mobile Info-Service yang terdiri dari informasi cuaca, pasar modal, berita akses internet, jasa penetapan lokasi, dan lain sebagainya.
  • Mobile Service yang terdiri dari jasa perbaikan, emergency, pengontrolan, serta jasa telemetika lainnya.
  • Mobile Communication yang terdiri dari komunikasi suara, pesan-pesan, SMS, mobile multimedia, dan lain-lain.
  • Mobile Entertainment yang terdiri dari hiburan musik, video, games, lotere, dan lain-lain
  • Mobile Office yang terdiri dari email, penjadwalan, dan direktori.

Terdapat dua belas bidang usaha di Indonesia (dan di negara lain tentunya) yang saat ini sudah dapat menjalankan m-commerce yaitu : perbankan, asuransi, ritel, pengelolaan sistem pajak, jasa kurir, penerbangan, perhotelan, travel, pelayanan publik, media informasi dan hiburan, media massa, perdagangan saham, dan properti.

Dari kedua belas bidang usaha tersebut diatas, enam bidang usaha yang diprediksikan memiliki masa depan bagus untuk mempraktekkan m-commerce yaitu : perbankan (contoh : m-banking), penerbangan (airline reservation), perhotelan (hotel reservation), travel (travel reservation), layanan publik (pembayaran rekening listrik, telepon, air), dan media informasi dan hiburan (penjualan ringing tone, informasi jadwal bioskop). Keenam bidang ini dianggap memiliki tingkat penilaian yang baik dari sisi adopsi masyarakat, prospek bisnis, dan tingkat kompetisi.

Sedangkan keenam bidang lainnya yaitu : asuransi, ritel, pajak, jasa kurir dan distribusi, media massa, perdagangan saham, dan property dianggap belum cerah dimasa sekarang dikarenakan berbagai hal misalnya untuk perdagangan saham membutuhkan koneksi yang real-time, untuk memanfaatkan SMS sangat beresiko karena dikhawatirkan pesan tidak sampai pada tujuan. Disebut belum cerah karena kemungkinan berkembang masih terbuka luas. Meskipun demikian mungkin pula ada bidang usaha yang tidak akan berkembang dalam waktu yang lama.

Contoh aplikasi mobile untuk bisnis di indonesia

Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa terdapat enam kategori bidang usaha yang saat ini memiliki perkembangan yang sangat bagus dalam m-commerce di Indonesia. Perkembangan ini tentunya didukung oleh karena adanya aplikasi mobile yang menjalankan ke-enam bidang usaha tersebut. Contohnya untuk bidang perbankan, BCA dengan klik-BCA dan CIMB Niaga dengan CIMB Clicks. Para program developer saat ini berlomba – lomba untuk menciptakan aplikasi mobile yang mendukung m-commerce untuk berbagai vendor mobile (iPhone, Blackberry, Android, dan Java). Hal ini juga yang membuat setiap orang yang memiliki perangkat mobile dapat melakukan m-commerce di manapun mereka berada.

Selain aplikasi mobile, beberapa perusahaan yang bergerak di bidang m-commerce juga mulai bermunculan, seperti MCI (Mobile Commerce Indonesia / http://mjob.m-ci.co.id/) dan PT. mCommerce Indonesia Jakarta. Selain menawarkan aplikasi mobile m-commerce sebagai komoditi dagang, mereka juga menawarkan jasa bantuan bagi para pengembang usaha yang ingin mulai menggunakan m-commerce. Kelebihannya, perusahaan – perusahaan ini mendukung hampir seluruh bidang usaha mulai dari skala kecil hingga ke skala besar. Bagi sebagian pelaku bisnis m-commerce di Indonesia, cara baru berbisnis yang disebut m-commerce ini diyakini kini sedang tumbuh dan terus berkembang di Indonesia. Hal ini terlihat jelas dengan terus bermunculannya berbagai inovasi m-commerce di dunia bisnis Indonesia. Inovasi-inovasi m-commerce itu dipandang merupakan peluang-peluang bisnis baru atau sumber pendapatan baru, baik di saat sekarang maupun di masa depan. Sebuah studi oleh MEF pada bulan Juni tahun 2011 menemukan bahwa 82% konsumen telah menggunakan ponsel mereka untuk melakukan pembelian. Produk yang paling sering dibeli adalah produk digital, meskipun banyak dari konsumen juga membeli tiket, buku, dan barang elektronik menggunakan ponsel mereka. Sementara Dalam hal mobile banking, 73% responden di Indonesia telah menggunakan mobile banking dibandingkan dengan 48% di Singapura dan 44% di India. 63% responden Indonesia telah mengirimkan airtime untuk orang lain. Proses ini mungkin lebih dikenal dengan mengirimkan pulsa telepon[8].

Contoh m-commerce seperti :

  • Pembayaran tagihan melalui mobile phones
  • Pengenalan suara melalui mobile phones untuk membeli karcis bioskop
  • Pembelian tiket pesawat melalui mobile phones
  • Transfer dana melalui mobile phones (mobile wallet)
  •  Trading saham melalui mobile phones

Keuntungan yang diperoleh dengan menggunakan transaksi melalui m-commerce bagi suatu perusahaan :

  1. Meningkatkan pendapatan dengan menggunakan online channel yang biayanya lebih murah.
  2. Mengurangi biaya-biaya yang berhubungan dengan kertas, seperti biaya pos surat, pencetakan, report, dan sebagainya.
  3. Mengurangi keterlambatan dengan menggunakan transfer elektronik/pembayaran yang tepat waktu dan dapat langsung dicek.
  4. Mempercepat pelayanan ke pelanggan, dan pelayanan lebih responsif

 

MASALAH ?

Sejauh ini penggunaan internet dalam menunjang aktifitas bisnis dan strategi bisnis masih terbilang cukup minim dikarenakan pemuda sekarang banyak menggunakan internet hanya untuk media sosial atau pertukaran informasi saja sedangkan para pemain bisnis banyak yang berasal dari kalangan tua , mereka dirasa masih kurang memahami secara mendalam mengenai internet bahkan komputer.

Dari observasi yang dilakukan secara sederhana, ternyata penggunaan internet dalam bisnis sangat menguntungkan bagi perusahaan, karena mereka dapat bertransaksi menembus batas ruang dan waktu, menekan biaya-biaya yang biasanya dikenakan pada perusahaan, seperti: biaya sewa gedung, biaya operasional gedung, dan lain-lain yang berhubungan dengan bentuk fisik, juga mereka dapat berinteraksi secara langsung antara pembeli dan penjual.

sumber : https://gofat.wordpress.com/2011/12/15/mobile-application-for-business/

Share on Facebook0Tweet about this on TwitterShare on Google+0Email this to someoneShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0

tes

Posted in Uncategorized